Analisis Politik Dibalik Pertemuan London
Pengganti-pengganti Amerika Bertemu di London Untuk Mengakhiri Warisan Kegagalannya
Adnan Khan (Hizbut Tahrir Inggris)
Pada saat sekutu-sekutu Amerika dan pengganti-penggantinya berkumpul di London untuk mendiskusikan bagaimana mereka merencanakan untuk menyelamatkan dari perang yang gagal, perang di Afghanistan digambarkan sebagai tindakan merendahkan diri Amerika karena mereka tidak mampu mengalahkan sekumpulan pasukan, yang ukurannya lebih kecil dari pasukan koalisi dan dengan senjata yang lebih tua dari senjata yang banyak dimiliki pasukan asing yang ikut dalam perang itu.
Nikah yang Sah Dipersoalkan, Perzinaan Dibiarkan
[Al-Islam 494] Saat ini, RUU HMPA Bidang Perkawinan sudah masuk dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) Tahun 2010 di DPR. Kemunculan RUU ini telah mengundang pro-kontra. Pasalnya, dalam RUU tersebut nyata-nyata terkandung klausul pemidanaan (kriminalisasi) bagi pelaku nikah siri, poligami dan nikah kontrak; mereka bisa diancam hukuman penjara maksimal 3 bulan dan denda 5 juta rupiah. Mereka yang pro (setuju), misalnya, adalah Ketua Mahkamah Konsitusi (MK) Mahfud MD. Alasannya, ia meyakini pernikahan bawah tangan (nikah siri) dan kawin kontrak merugikan pihak perempuan. (Jambi-independent.co.id, 15/2/10).
Liberalisasi Budaya Mengancam Bangsa Ini
[Al-Islam 493] Kehebohan dalam rangka “Hari Kasih Sayang” (Valentine’s Day) begitu terasa selama sepekan ini. Kehebohan itu sekarang bukan hanya melanda ABG, tetapi juga melanda orang-orang dewasa. Kehebohan itu menghiasai halaman-halaman media massa dari media cetak hingga televisi. Mall dan pusat perbelanjaan sampai toko-toko kecil pun turut larut dalam kehebohan itu.
Kehebohan ini dibungkus dengan sebutan yang indah, “Hari Kasih Sayang”, yang mendorong semua orang untuk mengungkapkan cinta dan sayangnya kepada orang-orang dekat mereka khususnya pasangan. Namun sejatinya, kehebohan ini sarat dengan kampanye seks bebas dan desakralisasi keperawanan (keperawanan tak lagi dianggap ’suci’). Kehebohan “Hari Kasih Sayang” ini seiring-sejalan dengan pornoaksi. (more…)
Amerika dan Inggris dalam Konferensi London: Berselisih Memperebutkan Pengaruh dan Kepentingan Atas Tanah Yaman!
[Al-Islam 492] Perdana Menteri Inggris pada tanggal 1 Januari 2010 menyerukan diselenggarakannya Konferensi di London untuk membahas masalah Yaman dengan dalih untuk membantu Yaman keluar dari krisis. Konferensi tersebut telah diselenggarakan pada tanggal 27 Januari 2010, dihadiri oleh 21 negara dan hanya berlangsung selama dua jam! Konferensi menghasilkan beberapa resolusi mengenai dukungan kepada Yaman dalam upaya memerangi al-Qaeda; juga dukungan untuk pembangunan dan pelaksanaan program-program reformasi ekonomi dan politik, negosiasi dengan Dana Moneter Internasional (IMF) serta proses perdamaian secara menyeluruh.
Liberalisasi Agama: Konsipirasi Menghancurkan Islam
[Al-Islam 491] Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia, melalui Paniteranya, menginformasikan dan memberikan panggilan sidang kepada pihak terkait dalam rangka menyelenggarakan sidang Pleno Perkara Nomor 140/PUU-VII/2009 perihal Pengujian Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1965 tentang Penyalahgunaan dan/atau Penodaan Agama. Agenda sidang pleno MK yang akan diselenggarakan pada hari Kamis, 04 Februari 2010, pukul 10.00 wib di Gedung MK (mahkamahkonstitusi.go.id), adalah: mendengarkan keterangan Pemerintah, DPR, Saksi/Ahli dari pemohon dan Pemerintah serta Pihak terkait (MUI, KH Hasyim Muzadi dan Prof. DR. H. Din Syamsudin, MA).
Tanda-Tanda Ambruknya Peradaban Barat, dan Kemenangan Islam
[AL-ISLAM 490] Sejumlah ujian keimanan dan kesabaran kembali dialami umat Islam akhir-akhir ini, khususnya di sejumlah negara Barat seperti Inggris, Denmark, Swiss, Jerman, Prancis, Kanada, Belanda dan—tentu saja tak ketinggalan—Amerika Serikat. Selain pelecehan dan diskriminasi terhadap kaum Muslim oleh pemerintahan negara-negara Barat yang memang sudah lama berlangsung, paling tidak, ada tiga bentuk ujian lain yang akhir-akhir ini diterima umat Islam di sana.
ACFTA-Pasar Bebas 2010: “Bunuh Diri Ekonomi Indonesia
Mulai 1 Januari 2010, Indonesia harus membuka pasar dalam negeri secara luas kepada negara-negara ASEAN dan Cina. Sebaliknya, Indonesia dipandang akan mendapatkan kesempatan lebih luas untuk memasuki pasar dalam negeri negara-negara tersebut. Pembukaan pasar ini merupakan perwujudan dari perjanjian perdagangan bebas antara enam negara anggota ASEAN (Indonesia, Thailand, Malaysia, Singapura, Filipina dan Brunei Darussalam) dengan Cina, yang disebut dengan ASEAN-China Free Trade Agreement (ACFTA). Perjanjian ini sebenarnya sudah direncanakan sejak tahun 2002. Pertanyaannya, apakah kebijakan pasar bebas ini akan membawa perubahan nasib rakyat negeri ini yang masih dihimpit dengan kemiskinan?
[AL-ISLAM 497] Isu terorisme mencuat lagi. Isu ini muncul ke permukaan sejak media memberitakan upaya penggerebekan kelompok bersenjata yang tengah mengadakan latihan militer di Pegunungan Jalin, Jantho, Aceh Besar, yang ...
[Al-Islam 496] Pernyataan Presiden SBY pada Peringatan Maulid Nabi Muhammad saw. 1431 H yang diselenggarakan oleh Majelis Rasulullah di Lapangan Monas Jakarta beberapa waktu lalu menarik untuk kita simak dan ...
[Al-Islam 495] Jika tidak ada perubahan, sekitar tanggal 20-22 Maret 2010 ini, Presiden AS Barack Obama akan berada di Indonesia. Pemerintah Indonesia tampak menaruh banyak harapan kepada Obama. Untuk itu, ...
