spacer
spacer search

komunitas pendukung kembalinya daulah khilafah
...kemudian akan kembali khilafah rasyidah yg mengikuti jejak kenabian (HR Ahmad)

Search
spacer
header
Main Menu
Home
Links
forum diskusi
kontak admin
Search
rubrik opini
dunia islam
rubrik afkar
rubrik wacana
Popular
Administrator
Login Form
Username

Password

Remember me
Forgotten your password?
No account yet? Create one
arsip
 
Home

Koran Tempo dan Tragedi "Preman Berdasi"
Written by Ahmad Hamzah*   
Wednesday, 04 June 2008
New Page 1

Belum lama tuduhan Majalah Tempo terhadap MUI yang berusaha menggalang opini publik bahwa akar masalah kekerasan terhadap Ahmadiyah adalah Fatwa MUI sebagaimana dalam Majalah Tempo edisi 5 - 11 Mei 2008. Majalah tersebut menulis antara lain, "Kecemasan di mana-mana. Ketakutan merajalela. Majelis Ulama Indonesia harus bertanggung jawab atas semua ini".

Kali ini, Koran tempo melempar provokasi opini dengan menampilkan Foto [pada penjelasan foto dinyatakan bahwa Munarman eks ketua YLBHI sedang mencekik salah satu anggota aliansi kebangsaan di kawasan Monas] Dengan arogannya, digiringnya opini bahwa tindakan anarkhis tersebut dan lainnya merupakan justifikasi untuk membubarkan FPI.

Tampilan foto pada headline Koran Tempo yang provokatif disikapi Munarman dengan melakukan jumpa pers di markas FPI Jalan Petamburan III, Jakarta Pusat, Selasa (3/6/2008). Dia mengatakan bahwa seorang pria dalam foto tersebut adalah anggota FPI yang bernama Ucok Nasrullah [detik.com]. Dengan demikian, tuduhan keji Koran Tempo tanpa melakukan tabayyun [konfirmasi] jelas-jelas merupakan tindakan pers yang tidak bertanggungjawab dan berjiwa "preman berdasi". Lha, wong beliau bermaksud mencegah anggota agar tidak anarkis, kok Tempo menyebarkan berita bohong bahwa Munarman  mencekik anggota AKKBB. Dengan pemberitaan semacam itu, sudah jelas Tempo hendak melakukan "serangan" pembunuhan karakter dan memprovokasi kemarahan publik.

 

Last Updated ( Wednesday, 04 June 2008 )
Read more...
Fatwa MUI dan "Diktator" Minoritas
Written by Hidayatullah Muttaqin *   
Monday, 05 May 2008
New Page 2

Siapa pun pasti tidak mau dirinya dizalimi oleh orang lain dan ingin hidup merdeka bebas dari ketertindasan. Sikap tersebut manusiawi dan senantiasa muncul dari manusia mana pun sebagai konsekwensi adanya naluri mempertahankan diri pada dirinya. Hatta, Islam. Sebab diantara ajaran utama Islam adalah melarang berlaku dzalim. Termasuk sikap umat Islam yang menolak keberadaan Ahmadiyah sebagai bagian dari Islam adalah sikap yang benar untuk menjaga keutuhan dan kemurnian akidah Islam.

Keluarnya fatwa MUI No. 11/MUNAS VII/15/2005 yang menyatakan Ahmadiyah bukan bagian dari Islam, sesat dan menyesatkan, merupakan fatwa yang bertujuan melindungi akidah umat dari fitnah dan “rongrongan” akidah Ahmadiyah. Fatwa ini sekaligus menjadi edukasi bagi pengkuatan akidah umat. Fatwa hanya melindungi umat Islam dari akidah yang benar. Namun tetap melarang mendzolimi secara pribadi penganutnya. Dua hal ini, adalah beda sisi yang tak banyak dipahami orang.
 

Last Updated ( Monday, 05 May 2008 )
Read more...
Khilafah Akan Kembali
Written by redaksi   
Wednesday, 30 April 2008
New Page 2


“The militants believe that controlling one country will rally the Muslim masses, enabling them to overthrow all moderate governments in the region, and establish a radical Islamic empire that spans from Spain to Indonesia.“( Goerge W. Bush)

Keruntuhan Uni Sovyet yang dikenal sebagai peristiwa bersejarah dan menunjukkan superioritas Kapitalisme terhadap Komunisme, adalah titik lahirnya babak baru dunia. Meskipun Komunisme sempat menarik simpati selama 70 tahun, ia runtuh dan kehilangan kepercayaan dari pengikutnya ketika kalah berlomba dalam persenjataan melawan Amerika Serikat (AS). Pemikir Barat seperti Francis Fukuyama menyatakan bahwa runtuhnya komunisme adalah akhir dan puncak dari perjalanan pemikiran manusia, yaitu Kapitalisme, yang terbukti mampu mengalahkan Komunisme sebagai satu-satunya penantang.

Tidak lama setelah peristiwa 911, Amerika Serikat memicu perang global terhadap terror. Ia pun segera menginvasi Afganistan dan Iraq. Namun dalam kurun waktu 5 tahun pendudukan AS terhadap dua negara tersebut, AS ternyata tidak mampu mengontrol stabilitas keamanan di sana. Padahal, sebelum jatuhnya komunisme, dunia Islam tidak dianggap sebagai tantangan yang berarti terhadap Kapitalisme. Akan tetapi, serangan terhadap Islam secara fisik maupun ideologis mulai meningkat tajam. Ironisnya, serangan dunia kapitalis (dimana rakyatnya sendiri sebetulnya juga mulai meragukan ideologi ini) justru mempercepat suatu proses perubahan yang akan mencapai titik puncak.

 

Last Updated ( Wednesday, 30 April 2008 )
Read more...
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>

Results 1 - 4 of 41
spacer
Polls
Bagaimana Sikap Anda terhadap AKK-BB dlm Insiden Monas 1 Juni 2008
  
Who's Online
We have 3 guests online
hikmah

Dubes Palestina,
"Masjid Al-Aqsha dan Al-Quds yang berada di bumi Palestina bisa diselamatkan jika kaum Muslimin dipimpin oleh sebuah Kekhilafahan. "
Redaksi,
"Allahu Akbar, semakin banyak yg yakin akan kembalinya negara Khilafah"

artikel terbaru
peristiwa

  New Page 1

Jaringan Islam Idiologis

no@copyright in Islam - diperbolehkan mengambil artikel dari syariah.org

contact: info@syariah.org - syabab@telkom.net

alamat: Jl Bintaro Utama sektor V Jakarta Selatan

 

spacer